artikelopedia

25 Jul 2007

Koleksi artikel Teknologi Informasi – internet yang sudah ditulis oleh Aloysius Heriyanto dan dimuat di media massa cetak. Semua artikel boleh disalin dan di-print untuk keperluan pembelajaran pribadi semata. Selamat membaca! Bila hendak memberi komentar Anda bisa menulisnya di Munggur.

Bila tertarik tentang hal tentang internet dan blogging, kunjungi juga Munggur. Di sana pembaca juga bisa memberi komentar.

Seandainya pembaca telah menikmati artikel-artikel di bawah ini dan hendak memberi saran atau diskusi, silakan layangkan e-mail ke aloysiusheriyanto+artikelopedia AT gmail DOT com

Terima kasih sudah berkunjung ke halaman ini. Halaman yang dibuat dan di-hosting di Backpack – aplikasi web untuk share dan bekerja bersama-sama dengan banyak orang secara lebih efisien. Catatan: ongkosnya gratis untuk layanan Basic.

Good link to click:
Google
Ask
Wordpress atau Blogger
Meebo atau KOOLim
Gmail
Fastmail
PCplus
e-Indonesia
Matabaca
Tempo

Menggelar Workstation Dengan Dana Minimal 9 Nov 2006

Dalam penyelenggaraan e-governance, perangkat komputasi berupa workstation sangat dibutuhkan keberadaannnya. Sayang, pengadaannya memerlukan dana yang tidak murah.

Workstation bisa diartikan sebagai satu kumpulan komputasi yang terdiri dari banyak komputer. Bisa terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Mempermudah aliran data dan komunikasi.

Wajar bila banyak orang berasumsi bahwa sebuah workstation sangatlah mahal. Minimal dibutuhkan satu komputer server dan beberapa komputer. Belum lagi, kalau ditambah dengan menggaji teknisi untuk merawatnya.

Walaupun begitu, ada beberapa hal yang bisa menghemat anggaran pembangunan sebuah workstation untuk mendukung e-governance.

Kloning Komputer
Pembelian komputer baru tidaklah murah. Komputer lama yang sudah tidak bisa di-upgrade ternyata masih bisa dimanfaatkan. Komputer-komputer tua tersebut bisa dimanfaatkan sebagai komputer kloning. Hanya diperlukan komputer server yang kuat untuk menjalankan keseluruhan proses komputasi. Sedangkan komputer kloning hanya berfungsi untuk mengalirkan input data dan output.

Komputer Klien
Sekarang ini sedang populer penggunaan komputer klien. Disebut juga dengan thin pc, thin client atau juga dumb terminal. Sebuah server dibutuhkan untuk memproses semua olah data yang di-input oleh komputer klien. Komputer klien ini memang tidak bisa memproses data sendiri karena tidak mempunyai hard disk dan prosesor, seperti layaknya komputer yang mempunyai CPU. Sehingga harga per satuan unit menjadi sangat murah.

Kedua solusi di atas bisa meminimalisasi pembelian perangkat lunak yang diinstal di masing-masing komputer pada workstation. Pengaturan dan perawatan sistem pun lebih praktis karena mengurangi pekerjaan teknisi untuk merawat satu per satu PC yang ada di jaringan.Hal ini bisa terjadi karena pengendalian proses komputasi hanya dijalankan di komputer yang berlaku sebagai server saja.

Pengendalian komputasi komputer tersentralisasi di satu tangan (baca: admin atau operator) berarti juga mengurangi kemungkinan penggunaan komputer untuk hal yang kurang produktif seperti mendengarkan musik, bermain game dan berselancar di jam kerja. Dimungkinkan, karena teknisi bisa membatasi perangkat lunak apa saja yang bisa digunakan oleh komputer-komputer klien dan komputer kloning.

Karena e-governance membutuhkan pengumpulan data secara masif, maka perlu diusahakan sebuah storage area network, sebuah penyimpan data yang bisa diakses oleh seluruh atau sebagian komputer di dalam jaringan workstation tersebut. Dengan begtu terdapat satu aliran data yang sama, terintegrasi dan aman.

Bila satuan perangkat keras klien belum mencukupi maka bisa diadakan giliran pemakaian komputer klien. Hal ini bisa dijadwalkan sehingga masing-masing pengguna akan memanfaatkan waktu dengan baik ketika sedang memakai komputer klien tersebut.

Pemakaian perangkat lunak sumber terbuka pun bisa dilakukan. Hal ini berdampak positif karena suatu lembaga e-governance seharusnyalah tidak tergantung kepada pemasok komputer besar untuk mengerjakan sistemnya. Terdapat sistem operasi yang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis seperti Linux dengan berbagai macam distronya (SuSE, Fedora, Linspire, Xandros atau Ubuntu). Untuk perangkat lunaknya, bisa dipakai OpenOffice atau AbiWord (pengolah kata), Mozilla Thunderbird (email client), Skype (teleponi internet yang bisa memangkas biaya komunikasi), Yahoo Messenger (media pesan kilat praktis) dan Mozilla Firefox atau Opera (browser). Keseluruhan perangkat lunak tersebut bersifat freeware atau free software sehingga bisa didapatkan dengan gratis namun tetap berkualitas tinggi.

Penghematan bisa dilakukan bila ongkos pembelian instrument komputasi bisa ditekan. Kelebihan dana yang ada bisa dialokasikan untuk pelatihan komputer. Justru inilah yang paling mendesak, karena setiap pegawai negeri sebaiknyalah “melek komputer” dan dengan begitu bisa melayani masyarakat dengan lebih baik lagi.

end

Dimuat di majalah e-Indonesia tahun 2006. www.majalaheindonesia.com

Kritik dan Saran tentang E-Governance 9 Nov 2006

Munculnya banyak situs e-governance seharusnyalah membuat kita bangga. Situs penuh gambar nan atraktif memberikan informasi tentang wawasan yang dibutuhkan masyarakat luas. Tentu ini mendukung kemajuan daerah. Sayang, masih ditemukan banyak kekurangan di sana-sini.

Sekiranya, webmaster atau pun pengelola situs e-governance sebenarnya sangat paham bagaimana merancang dan merawat sebuah situs. Apalagi situs-situs tersebut adalah “wajah” yang bisa dianggap mewakili citra pemerintah setempat. Namun, desakan dan tekanan dari beberapa pihak kadang membuat mereka bekerja kurang maksimal.

Ada kesan bahwa situs e-governance sekedar “proyek mercusuar” berdana besar yang fungsinya kurang mengena. Terdapat empat poin yang harus dipertimbangkan lebih lanjut.

Tampilan dan Navigasi
Berdasarkan pantauan, sebagian besar situs e-governance sangat menekankan tampilan yang megah dan dengan royalnya memasang banyak gambar dan tetek bengek pemanis perwajahan situs. Masih juga ditambah dengan hadirnya frame yang membuat navigasi kurang sederhana. Indah memang namun susah untuk diakses.

Apakah kita lupa bahwa koneksi internet di negara kepulauan ini sangat terbatas. Bila pun tersedia, kecepatannya pun tersendat-sendat. Jangankan di pulau-pulau lain, di pulau Jawa yang memiliki infrastruktur lebih stabil pun akses internet kerap bermasalah.

Coba perhatikan mengapa Google, Yahoo! dan Craiglists tetap menjaga tampilan mereka agar didominasi oleh teks, bukannya gambar. Padahal di negara asal mereka dan negara lain penggunaan koneksi pita lebar sudah jamak. Jawabannya: agar informasi lebih cepat dan mudah diakses oleh semua orang tanpa pandang bulu.

Tampilan yang sederhana juga memungkinkan suatu halaman informasi tentang suatu daerah disimpan atau dicetak untuk keperluan pengguna. Bila perlu sediakan pilihan tampilan situs antara versi grafis (graphic version) dan versi teks (text version atau lite version).

Update Konten Situs
Birokrasi yang berbelit dalam jenjang hirarki membuat tidak lancarnya pengumuman aparat pemerintah, berita dan data. Sebagai akibatnya, pengguna akan mendapatkan informasi yang kadaluwarsa dan tidak aktual.

Update konten bisa dilakukan lebih efisien bila job-description masing-masing pihak terkait sudah jelas dan dalam alur sistematis. Perlu ditekankan bahwa maintenance sebuah situs akan lebih efisien bila dikerjakan sedikit orang (baca: tim kecil dan khusus) yang mengelola sumber informasi yang luas.

Bahkan akan sangat produktif jika saja masyarakat lebih dilibatkan untuk berdiskusi dalam forum yang terbuka. Baik berupa posting blog uneg-uneg dan sumbang saran, milis, buku tamu elektronik (guestbook) untuk melampirkan komentar dan kritik, serta tanggapan dari kiriman email warga.

Bekerjasama dengan penyedia konten, baik swasta atau pihak internal, sangat diperlukan. Contohnya, situs e-governance bisa menampangkan ramalan cuaca dari laporan badan meteorologi dan geofisika. Berita hangat yang khusus menyoroti daerah bisa dipasok dari media cetak dan elektronik, baik nasional atau pun lokal.

Aliran Informasi
Interaksi dengan masyarakat juga bisa dibangun dengan memudahkan aliran informasi situs e-governance melalui teknologi internet semacam pos-el (pos elektronik – email) dan RSS (really simple syndication).

Pengguna bisa berlangganan informasi ter-update seperti berita dan pengumuman pemerintah dengan berlangganan (subscribe) konten situs yang diterima melalui melalui pos-el mereka tanpa perlu repot membuka situs tersebut.

RSS bisa dimanfaatkan untuk mengakses konten situs dengan cepat melalui dua cara. Pertama dengan browser Mozilla Firefox yang sudah mendukung fitur RSS (baik atom atau pun xml). Kedua, dengan membaca konten situs melalui newsreader – aplikasi pembaca berita elektronik tanpa harus membuka situs yang dimaksud.

Diharapkan pula, informasi yang tersaji dapat disimpan, digunakan dan digandakan secara bebas. Dengan begitu aliran informasi bisa tersebar lebih efektif dengan memanfaatkan peran penggunanya.

Media Penghubung (Hub)
Situs e-governance seharusnya mampu berperan sebagai “portal” bagi ratusan situs lokal yang mendukung distribusi informasi lokal. Bayangkan kalau saja situs e-governance mampu menghadirkan berbagai link dalam kategori dan sub-kategori laiknya halaman Yahoo! atau Craiglists.

Link tersebut bisa menampung situs pemerintah lokal yang terkait, daftar situs LSM, direktori ke situs organisasi masyarakat lokal, situs komersial lokal dan hubungan ke situs akademisi. Bila memungkinkan tersedia fasilitas pendaftaran situs secara langsung ke direktori situs pemerintah.

Keseluruhan poin di atas akan menjadikan situs e-governance lebih mudah diakses oleh masyarakatnya. Memang kerendahan hati dan refleksi dibutuhkan untuk mengerti benar apa yang diinginkan warganya. Yaitu, sebuah pintu gerbang wawasan daerah yang bisa dibuka dengan cepat, ringan dan memudahkan. Meskipun itu berarti harus merombak dan mengkonsep ulang situs e-governance.

end

Dimuat di majalah e-Indonesia tahun 2006. www.majalaheindonesia.com

Menghadirkan Komunikasi Minim Dana 9 Nov 2006

Komunikasi adalah salah satu pilar penyelenggaraan e-governance. Tujuannya agar tercipta sinergi dan performa yang kompak. Sesungguhnya, biaya infrastrukturnya bisa ditekan sedemikian rupa dan tak perlu semahal yang kita dengar selama ini.

Sering kita merasa jengah ketika suatu kantor pemerintahan daerah menganggarkan dana yang luar biasa besarnya hanya untuk menggelar sebuah prasarana aparat negara untuk berinteraksi satu sama lain. Belum termasuk dengan ongkos pemeliharaan dan pengoperasiannya yang serba tak terbayangkan. Padahal dana yang dipakai notabene adalah hasil pajak masyarakat.

Tentu tidak bisa dinaifkan bahwa bertelekomunikasi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun, tersambungnya ribuan kantor pemda dengan koneksi internet mampu meningkatkan efisiensi komunikasi sekaligus menekan biayanya. Seperti pemda di Kanada dan Italia yang sudah pernah disajikan dalam ulasan di majalah ini pada edisi-edisi sebelumnya.

Ada beberapa hal yang mampu ditawarkan internet dalam menghemat anggaran pembangunan dalam alokasi dana komunikasi untuk mendukung e-governance.

Pos-el

Pos elektronik sudah dikenal penggunaannya oleh masyarakat umum. Tentu sebagai aparat pemerintah seyogyanya menguasai penggunaan pos-el. Besarnya frekuensi surat-menyurat antar instansi negara berdampak pada tingginya ongkos stationery; semisal: kertas surat, amplop, fotokopi dan tentu biaya kirim dokumen secara konvensional. Terlebih pengiriman berita dan proposal via pos-el hanya akan memakan waktu beberapa detik saja. Cepat, bersih dan hemat. Dengan catatan, dokumen yang dihantarkan pos-el sifatnya bukan berupa dokumen rahasia atau sensitif.

Milis

Birokrasi tentulah mempunyai struktur hirarki, top-down dan sebaliknya juga bottom-up. Sebuah instruksi, himbauan, laporan atau pemberitahuan akan sampai ke tujuan secara lamban karena harus melewati beberapa tingkatan hirarki. Dengan adanya milis internal maka informasi tersampai dari “satu pihak atau banyak pihak” akan tersampai ke “banyak pihak” sekaligus tanpa hambatan. Tanpa adanya penambahan atau pengurangan informasi sedikit pun. Seorang gubernur dimungkinkan mengirimkan sebuah pesan yang akan diterima oleh semua pegawai instansi dalam lingkup provinsi tersebut secara serempak.

Blog atau situs instansi negara

Informasi tertulis dari pejabat negara atau suatu instansi yang bisa diakses segala lapisan masyarakat akan memudahkan proses edukasi dan sosialisasi program pemerintah. Proses transparan memungkinkan warga merespon secepat-cepatnya suatu proposal atau bahkan pertanggungjawaban pemda atas suatu proyek. Wacana akan cepat terserap oleh warga sehingga masyarakat turut mendukung pembangunan daerahnya.

Instant-Messenger atau piranti chatting

Pesan pendek yang sifatnya mendesak dan kurang membutuhkan protokoler bisa diwakili oleh kehadiran instant-messenger. Misalkan hal sepele seperti menanyakan konfirmasi suatu dokumen.

Simpan dan transfer data

Data antar instansi berupa statistik, dokumen rancangan peraturan daerah dan gambar proyek pembangunan bisa disimpan di pusat tandon data virtual; yang nantinya bisa dibagi pakai oleh berbagai instansi kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. Transfer data pun memudahkan distribusi paket data, baik dalam bentuk teknologi FTP atau pun memaksimalkan perangkat lunak peer-to-peer yang terbatas dan aman.

Teleponi Internet

Kemampuan pengiriman paket data berupa suara via internet mendorong munculnya inovasi percakapan “antar komputer” atau “dari komputer ke telepon tetap dan telepon genggam”. Baik yang berbayar maupun yang gratis-seperti Skype. Percakapan semacam ini hampir meniadakan batas jarak dan ruang pembicara dan penerima telepon. Hasilnya, pengeluaran telepon konvensional bisa dibatasi.

Telekonferensi Internet

Streaming video dan audio yang pernah dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan anggota kabinetnya merupakan bukti nyata bahwa pertemuan penting bisa digelar bersamaan meski secara lokasi berjauhan. Ongkos transportasi bisa dihemat dan pejabat negara pun tidak perlu sering bepergian untuk sekedar konsolidasi dan konfirmasi.

Namun, semua hal yang tersedia di atas mensyaratkan jaringan internet yang aman dan terbatas sehingga pencurian data-data strategis oleh pihak yang tidak berwenang bisa terhindarkan. Begitu pula dengan sumber daya manusia penggunanya-para aparat negara- yang harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi masa kini. Pemaksimalan TI di lingkungan instansi pemerintahan semoga setara dengan peningkatan layanan negara kepada warganya.

end

Dimuat di majalah e-Indonesia tahun 2006. www.majalaheindonesia.com

CARA AMAN MENGETIKKAN PASSWORD 9 Nov 2006

Password adalah hal sensitif dalam mengakses hampir semua aplikasi internet. Bila diketahui pihak yang tidak semestinya tentu sangat berbahaya.

Banyak orang sering tidak waspada bahwa terdapat pihak-pihak yang mengumpulkan password untuk akses ilegal. Mulai dari sekedar orang iseng, cracker sampai pencuri akses perbankan internet. Caranya pun bermacam-macam. Salah satunya adalah penggunaan keylogger. Program sederhana yang bisa merekam setiap ketukan pada papan kunci.

Apalagi bila kita mengakses internet dari tempat publik semacam warung internet. Kita mungkin tidak tahu program apa saja yang diinstal di dalam komputer mereka tersebut.

Cara praktis dan mudah untuk mengetikkan password dengan aman adalah memakai fitur On-Screen Keyboard pada Microsoft Windows XP. Meskipun fitur tersebut ditujukan untuk membantu orang dengan keterbatasan fisik, namun pemakai komputer bisa menggunakannya untuk mengamankan kerahasiaan password. Pertama klik Start > Program > Accessories > Accessibility > lalu pilihlah On-Screen Keyboard.

Seketika muncullah jendela pop-up yang menampilkan papan kunci virtual. Untuk mengetikkan huruf, cukup mengklik huruf yang diinginkan dengan mouse. Dengan begitu keylogger tidak akan mampu merekam password yang digunakan. Mengakses internet pun tidak lagi was-was.

end

Dimuat di tabloid PCplus tahun 2006. www.tabloidpcplus.com

Keamanan Akses Internet 9 Nov 2006

Maraknya iklan dan tawaran akses perbankan dan transaksi jual-beli online via internet tidak disambut dengan meriah di Indonesia. Wajar, karena ketakutan pengguna akan kerawanan koneksi internet yang sangat tinggi. Berita tentang phishing, penyalahgunaan rekening kartu kredit, dan pemalsuan situs cukup santer terdengar. Serta tak lepas dari belum adanya regulasi di ranah dunia maya yang memadai.

Ada banyak upaya yang cukup efektif namun membutuhkan penguasaan teknologi dan bujet yang tinggi. Yaitu pemasangan perangkat lunak firewall dan instalasi perangkat keras keamanan jaringan. Tentu hal ini tidak biasa bagi pengguna rumahan dan orang awam.

Namun, setidaknya ada beberapa tindakan sederhana tetapi efektif yang bisa kita lakukan untuk mengamankan akses internet.

1. Pakailah browser yang aman seperti Mozilla Firefox, bila perlu tentukanlah set keamanan pada tingkat tertinggi. Yaitu dengan menekan tombol Tools > Options > Advanced > Security. Pada jendela Security, berilah tanda centang pada semua Protocols. Kemudian pada bagian Certificates, pilihlah Ask me every time. Hal ini untuk memastikan bahwa sebuah stus benar-benar situs asli, bukan situs bohong-bohongan.

2. Ketikkan alamat URL situs dengan benar. Pemakaian situs dengan URL yang mirip dengan situs yang asli ditengarai banyak disalahgunakan untuk mengumpulkan kata kunci dan identitas semata.

2. Periksalah informasi tentang suatu halaman situs dengan mengeklik klik kanan pada halaman stus tersebut. Seketika muncullah jendela Page Info (pada browser Mozilla Firefox). Isinya berisi keterangan halaman situs tersebut.

3. Pilihlah kata kunci (password) yang mudah diingat namun sulit ditebak orang lain. Hindarilah pemakaian kata kunci dari tanggal lahir, nama kecil atau pun hal yang bisa dilacak dari identitas kita.

4. Sewaktu mengetikkan kata kunci, dengan sengaja, ketikkan kata kunci yang salah terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari situs imitasi/palsu yang dibuat untuk mengumpulkan kata kunci dan identitas. Situs asli tentu akan menolak akses kata kunci yang salah. Ulangi beberapa kali bila perlu, lalu ketik kata kunci yang benar setelah yakin memasuki situs yang sungguh-sungguh diinginkan.

5. Hindarilah pengaktifan fitur pengingat kata kunci, terutama bila berbagi pakai komputer dan tidak yakin dengan keamanan komputer.

4. Setelah selesai memakai browser, hendaklah menghapus jejak berselancar dengan mengeklik Clear Private Data atau tekan Clear+Shift+Del (pada browser Mozilla Firefox). Seluruh data di History, Cache dan Cookies akan dihapus. Dengan demikian orang lain tidak akan dapat menelusuri situs-situs yang telah dikunjungi.

Tak lupa, installah beberapa perangkat lunak anti-virus dan anti-trojan, baik yang berbayar maupun yang gratis. Tentu dengan rajin meng-update perangkat lunak tersebut.

Hal yang paling penting adalah periksa dengan cermat aturan perbankan dan transaksi online, bila perlu konsultasikanlah degan pihak yang bersangkutan tersebut. Juga pakailah transaksi via dunia maya, bila perlu saja.

end

Dimuat di majalah e-Indonesia tahun 2006. www.majalaheindonesia.com

Lebih Cepat Mengakses Yahoo 9 Nov 2006

Yahoo adalah salah satu portal yang menghadirkan beragam layanan, mulai dari email, berita sampai dengan informasi bisnis dan hiburan. Tampilannya indah dengan navigasi yang jelas membuatnya banyak disukai orang. Meskipun begitu, banyaknya iklan banner dalam bentuk gambar menambah lama waktu yang diperlukannya untuk menampilkan suatu halaman. Terlebih bila koneksi internet yang kita pakai tergolong lambat.

Ada cara praktis untuk mengakses Yahoo dengan lebih cepat. Yahoo sebenarnya juga menyediakan portal khusus, dengan alamat wap.oa.yahoo.com, untuk diakses dari peralatan mobil seperti PDA atau telepon selular. Namun dapat juga diakses dari browser internet biasa. Oleh karena itu, kita akan disuguhi tampilan Yahoo nan ringkas, minimalis tanpa iklan.

Setelah kita login, kita bisa langsung menelusuri seluruh layanan yang disediakan di sana, termasuk membuka akun email kita.

Memang ketika pertama kali mencobanya, mungkin akan sedikit terasa canggung karena semua navigasi secara praktis diletakkan secara vertikal, yang bertujuan untuk memudahkan pengendaliannya. Namun, setelah terbiasa akan sangat terasa bahwa halaman-halaman situs Yahoo versi mobile ini tampil jauh lebih cepat dari versi biasanya.

Selamat mencoba dan setelah selesai jangan lupa klik Sign Out Completely.

end

Dimuat di tabloid PCplus tahun 2006. www.tabloidpcplus.com

BUKA SITUS TANPA KETIK URL 9 Nov 2006

tabloidpcplus.com, tabloid_pcplus.co.id, atau tabloidpcplus.net? Mana yang benar? Saya yakin kita pernah sesekali salah mengetikkan alamat URL situs tabloid yang sedang Anda baca ini.

Terdapat banyak sekali situs yang beralamat cukup panjang dan unik. Contohnya, alamat weblog, website gratisan dari penyedia semacam Geocities, groups dan forum. Cukup merepotkan jika kita sering mengunjungi situs-situs tersebut.

Bila kita mempunyai koneksi pribadi di rumah, kita bisa menyimpan situs yang paling sering kita buka dengan Add Favorite di browser. Namun bila kita adalah pengunjung warnet setia, tentu kita harus punya kiat menyiasatinya.

Caranya, buka aplikasi pengolah kata dari Microsoft, MS Word > File > New.

Tulis daftar alamat situs-situs favorit kita secara lengkap, sebagai contoh www.tabloidpcplus.com.

Otomatis, secara default, MS Word akan memberikan warna biru pada alamat yang telah Anda ketikkan tadi. Ini berarti bahwa MS Word telah menganggap serangkaian kata tadi sebagai sebuah hyperlink.

Setelah selesai mengetikkan semua alamat situs-situs, Save file tadi dengan nama alamatsitusfavoritsaya.doc.

Tambahan, kita pun bisa menambahkan catatan username dan password situs-situs tertentu di file doc. tersebut. Seandainya saja kita lupa.

Bila kita pergi ke warnet, tinggal buka file tersebut (dari disket floppy atau USB flash disk). Tekan bersama-sama Ctrl dan klik alamat yang kita inginkan. Otomatis browser akan terbuka plus situs yang kita ingin buka. Praktis. Tanpa perlu repot berulangkali mengetikkan alamat situs lagi.

end

Dimuat di tabloid PCplus tahun 2005. www.tabloidpcplus.com

SIMPAN BANYAK FILE DI GMAIL 9 Nov 2006

Sudahkah Anda memiliki account di Gmail 1GB? Bila ya, pasti Anda sudah menikmati layanan email dari Google berkapasitas besar dan bernavigasi canggih tersebut.

Adakah feature lainnya? Ya, dan Anda akan dibuatnya berdecak kagum. Karena ternyata kita bisa menggunakan kapasitas storage emailnya yang besar itu sebagai tempat menyimpan data penting kita. Gratis lagi.

Caranya mudah. Langkahnya adalah sebagai berikut:
Buka akun Gmail Anda. Lalu klik Compose.

Pada box To: ketik alamatgmailanda@gmail.com (yang sedang Anda buka).

Lalu, pada Subject: ketik namafileitu (yang akan disimpan di gmail Anda). Supaya memudahkan kita mencari file tersebut.

Klik Attach a file, dan pilih file yang akan Anda upload melalui kotak dialog yang muncul.

Terakhir, klik Send.

Setelah itu di Inbox Anda akan muncul 1 pesan baru. Tentu dengan attachment berisi file Anda tersebut. Kapanpun Anda butuhkan, Anda bisa mencari dan membuka pesan tersebut dan klik Download file Anda tersebut.

Dengan begitu kita bisa memaksimalkan akun 1GB itu dan data penting kita pun aman.

end

Dimuat di tabloid PCplus tahun 2005. www.tabloidpcplus.com

CAPTURE-A-SCREENSHOOT 9 Nov 2006

Bagaimana mengambil tampilan suatu program dari monitor? Ketika Anda membaca tabloid PCPlus ini, apakah Anda pernah berpikir bagaimana gambar bagian suatu program bisa disajikan dengan jelas? Apakah dengan memotret monitor dengan kamera?

Anda pun bisa melakukan hal di atas dengan menekan tombol [Print Screen] di sebelah kanan tombol [backspace] pada keyboard. Lalu membuka program pengolah gambar untuk memrosesnya. Tapi cara ini kurang praktis bagi kebanyakan orang.

Capture-A-ScreenShot, freeware yang besarnya hanya 660Kb ini, dapat diunduh dari www.popdrops.com. Program ini berfungsi untuk mengambil gambar tampilan monitor. Dengan hanya beberapa langkah sederhana yang praktis.

Install dan buka program ini. Akan muncul tampilan program yang sangat mudah dioperasikan.

Tekan [Browse] > pilih folder di mana kita akan menyimpan file gambar tampilan monitor.

Lalu berilah nama file pada box Name for captured image.

Ada tiga pilihan pengambilan gambar. Entire Screen, bila kita mau mengambil keseluruhan tampilan monitor. Active Window, untuk mengambil gambar hanya pada jendela yang aktif saja. Atau pilihan ketiga, Selection, untuk mengambil sebagian kecil bagian yang diperlukan.

Terakhir, tekan tombol Capture. Jendela program akan menutup sebentar kemudian akan membuka lagi secara otomatis.

Khusus untuk pilihan ketiga, jendela program akan menutup kemudian [kursor] berubah menjadi tanda plus. Saat itulah letakkan kursor di tempat yang diinginkan dan crop. Setelah selesai, jendela program akan otomatis membuka kembali.

Anda akan menemukan sebuah file gambar di folder yang Anda pilih tadi. Atau Anda juga bisa langsung mem-paste-nya di dokumen Microsoft Word.

Sekarang Anda pun bisa mengambil gambar seperti di tabloid ini, kan? Selamat untuk Anda.

end

Dimuat di tabloid PCplus tahun 2005. www.tabloidpcplus.com